Jakarta, 9 October 2019—Koalisi Anti Mafia Hutan merilis laporan temuan pelanggaran komitmen zero-deforestation oleh dua raksasa penghasil pulp dan kertas di Indonesia—grup Asia Pulp & Paper (APP)/Sinarmas dan Asia Pacific Resources International Limited (APRIL). Dua grup tersebut, pada 2018 kembali memasok bahan baku kayu dari sumber kontroversi yang dimiliki oleh salah satu perusahaan Grup Djarum.

Pada 2013 dan 2015, APP dan APRIL sama-sama berkomitmen untuk menghentikan perusakan hutan alam. Setelah keduanya menyatakan bertanggung jawab atas pembukaan hutan alam dan lahan gambut di Indonesia selama dua dekade terakhir. Termasuk merusak habitat orangutan dan harimau sumatera.

Beranjak dari temuan tersebut, laporan ini hendak mempertanyakan integritas komitmen keberlanjutan (zero-deforestation) APP dan APRIL, yang dijadikan sebagai alat untuk menarik minat pasar yang hilang setelah kedua grup ini melakukan praktik pelanggaran HAM dan perusakan lingkungan. APP bahkan, baru-baru ini mendapat penghargaan sertifikasi Green Label di Singapura, dan juga FSC (Forest Stewadship Council) mempertimbangkan membawa APP kembali setelah memutus hubungan sejak 2007.

Sementara produk pulp APRIL, saat ini digunakan oleh perusahaan afiliasinya yaitu Sateri untuk menghasilkan produk tekstil, yang dilaporkan dibeli oleh perusahaan ritel pakaian ternama seperti H&M dan Zara. Djarum Grup saat ini juga membangun industri pulp miliknya sendiri di Kalimantan Timur. Perusahaan ini bahkan belum memiliki komitmen untuk tidak memasok kayu hasil deforestasi, perusakan lahan gambut, atau eksploitasi masyarakat adat/komunitas lokal.

Koalisi Anti mafia Hutan terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil yang berkomitmen untuk menumbuhkan kepedualian mengenai praktik-praktik perusahaan maupun kebijakan pemerintah yang mengancam hutan dan lahan gambut, dan juga mengancam hak-hak masyarakat adat maupun masyarakat lokal.

###

Kontak
Syahrul Fitra, Auriga: syahrul@auriga.or.id
Nur Maliki Arifiandi, WWF Indonesia: nmarifiandi@wwf.id
Aidil Fitri, Hutan Kita Institute: aidilplg@gmail.com
Sergio Baffoni, Environmental Paper Network: sergio.baffoni@environmentalpaper.org

Laporan Selengkapnya…