@ 2011 SILVAGAMA

Sejak 2009, SILVAGAMA bersama mitra-mitranya dengan dukungan International Animal Rescue (IAR) Indonesia melakukan pemetaan perdagangan kukang se-Jawa.

Pemetaan ini dilakukan melalui undercover investigation dengan tujuan mengidentifikasi sumber habitat perburuan, spot-spot, dan pelaku perdagangan kukang di Jawa.

Data-data tersebut di atas selanjutnya akan dijadikan basis informasi untuk penegakan hukum dan awareness campaign, dan upaya konservasi kukang (dan habitatnya) di Jawa.

Keberadaan kukang jawa (Nycticebus javanicus)—diketahui berasal dari bagian barat dan tengah Pulau Jawa— kini semakin terancam terutama akibat perburuan dan penyusutan habitatnya. Karenanya, kukang jawa dikategorikan sebagai satwa yang terancam punah dengan kategori Endangered oleh IUCN (www.iucnredlist.org).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 tahun 1999 menetapkan kukang sebagai jenis satwa yang dilindungi. Pun regulasi perdagangan satwa secara internasional, yang diatur melalui konvensi CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), menggolongkan kukang dalam Appendiks I CITES, yakni daftar spesies yang terancam punah yang dilarang perdagangannya secara internasional (www.cites.org).

Data-data penting yang diperoleh melalui kegiatan ini telah dan akan disampaikan kepada lembaga pemerintah yang berwenang melakukan penegakan hukum konservasi. Data-data ini diolah menjadi bahan awareness campaign konservasi kukang dan habitatnya.

Pemetaan ini akan ditindaklanjuti dengan monitoring perdagangan kukang, mendorong penegakan hukum konservasi, kampanye konservasi, pembaharuan kebijakan, dan upaya konservasi (spesies dan habitat) lainnya.