Logo

EN | ID

OKI Mill: Akankah Asia Pulp & Paper mengingkari komitmen “zero deforestation”?

Penilaian terhadap pasokan bahan baku kayu dan risiko dalam pembangunan hutan tanaman terkait mega-proyek PT OKI Pulp & Paper Mills di Sumatera Selatan (2015)


AURIGA -  Pada tanggal 5 Februari 2013, Asia Pulp & Paper (APP) mengumumkan “penghentian pembukaan hutan alam di seluruh rantai pasokannya di Indonesia.” Janji “zero deforestasi” perusahaan serta komitmen keberlanjutan lainnya seolah menandai perubahan signifikan kebiasaan APP selama dua dasawarsa sebelumnya. Sejak membangun dua pabrik pulp besar di Sumatera di pertengahan tahun 1990-an, produsen pulp dan kertas yang terkemuka di Indonesia tersebut dan anak perusahaannya sangat mengandalkan kayu rimba campuran (mixed tropical hardwood atau MTH) yang berasal dari kegiatan pembukaan hutan alam. APP dan konglomerasi induknya, Grup Sinar Mas, dikritik karena merusak ekosistem hutan dan habitat penting bagi spesies yang terancam punah seperti Harimau Sumatera, menyingkirkan masyarakat lokal dari tanah adatnya, dan turut menyebabkan pemanasan global karena mengembangkan hutan tanaman di atas lahan gambut berkarbon tinggi.