Logo

EN | ID

Transplantasi karang: Kolaborasi Masyarakat Sagea dan Auriga Nusantara memulihkan ekosistem laut Teluk Weda, Halmahera

Sagea, Maluku Utara, 4 Mei 2026 – Auriga Nusantara bersama masyarakat setempat melaksanakan transplantasi karang di perairan Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Transplantasi ini sebagai upaya memulihkan ekosistem laut yang terdampak oleh sedimentasi pertambangan kegiatan industri nikel di Pulau Halmahera, Maluku Utara.

Gambar Kiri
Gambar Kanan

Karang telah selesai ditransplantasi.

Pemilihan bibit karang, untuk ditempel pada media tanam rangka besi spider frame.


Transplantasi secara aseksual ini dilakukan dengan memotong fragmen karang hidup, lalu menempelkannya di media tanam metode
spider web/spider frame, kemudian menanamnya kembali di area-area karang rusak dan/atau area tertentu untuk merangsang percepatan pemulihan karang alami.

Pada kegiatan ini, transplantasi dilakukan pada 5 media tanam spider frame. Adapun karang yang ditransplantasi adalah Acropora sp. yang termasuk dalam kelompok Complex Clade. Acropora merupakan genus karang keras dan dikenal sebagai pembangun terumbu karang utama, dengan pertumbuhan 5-10 cm per tahun.

Masyarakat Sagea dan tim Auriga Nusantara melakukan transplantasi karang di perairan dangkal

Penempelan (dengan cara diikat) bibit karang pada spider frame


Meski keberadaan terumbu karang dilindungi, sebagaimana diatur dalam UU 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, kegiatan pertambangan yang sembrono, baik pemberian izin maupun praktik pertambangan dan/atau industrinya yang kurang mengindahkan kelestarian ekosistem laut, secara signifikan merusak ekosistem yang sangat penting bagi penyediaan pangan perikanan ini. Hal ini terjadi juga di Kabupaten Halmahera Tengah, di mana Teluk Weda berada. Pada 2022, produksi perikanan tangkap di kabupaten ini sebesar 39.757 ton dengan nilai ekonomi Rp 851,2 milyar,
mengalami penurunan pada 2024, menjadi 35.930 ton dengan nilai ekonomi Rp 787,5 milyar.

Kegiatan pertambangan dan industri nikel yang berdampak pada masifnya kerusakan lingkungan di Indonesia Timur.


Bekerja sama dengan masyarakat dan stakeholder setempat, Auriga Nusantara berkomitmen mendorong pelestarian ekosistem laut Kepulauan Halmahera. Sebagai
tools monitoring, Auriga Nusantara bersama jejaring masyarakat sipil dan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada sedang mengembangkan pemetaan karang dan lamun (seagrass) dalam MapBiomas Indonesia – melengkapi tutupan mangrove dan tambak (aquaculture) sebagai peta dan data ekosistem perairan yang telah tersedia dalam platform ini.